Senin, 08 November 2010

Saat menapak di Bumi Alloh.

Saat menapak di Bumi Alloh, Saat untuk berintrospeksi diri.
Pukul 10.00 wib waktu itu, bertepatan pula dengan tanggal 20 rabiu-tsani.
Seorang bayi laki-laki terlahir di Bumi Alloh dengan tangisan keras yang membahagiakan kedua orangtuanya.
Sejak saat itulah mata bayi tersebut terbuka lebar melihat indahnya dunia sekaligus mengemban amanah yang luar biasa seperti layaknya manusia yang sesuai fitrohnya.
Sekarang bayi tersebut sudah menjadi pemuda yang mempunyai cita-cita dan harapan untuk syahid di jalan Alloh.
Sebuah introspeksi diri yang seharusnya selalu dilakukan untuk menjadi jundi-jundi Alloh yang bisa memberikan kontribusi bagi agama-NYA dan masyarakat sekitar.
Terimakasih aku ucapkan kepada orang-orang yang tersayang (kedua orangtuaku dan keluargaku) yang setia menjagaku, menemaniku, yang memberikanku motivasi sehingga tumbuh inovasi dalam menjalani hidup ini.
Terimakasih juga aku sampaikan kepada sahabat dan kerabat yang telah memberikanku sekelumit rasa, sedih senang, bahagia dan semuanya.
semoga aku termasuk hamba-NYA yang senantiasa bersyukur,.
Terimakasih untuk semuanya. tak ada kata yang bisa terucap lagi selain kata terimakasih.
Aku bukan anak kecil lagi, saatnya menapak di Bumi Alloh dan berhenti untuk berangan-angan belaka.

(AKN, 08112010) sebuah coretan untuk melangkah yang lebih baik menuju kesuksesan.